Wednesday, June 9, 2010

Tuesday, June 8, 2010

Sunday, February 14, 2010

A. SOURCE PROGRAM
Suatu source program (program sumber) C dapat ditulis di dalam satu atau lebih source file. Source-file C adalah suatu file teks yang berisi semua atau bagian dari source-program C.

Suatu source-program C dibentuk oleh sekurang-kurangnya satu buah fungsi. Di antara fungsi-fungsi yang ada, terdapat satu fungsi yang akan dikerjakan pertama kali jika program tersebut dijalankan. Fungsi tersebut bernama main.

Penulisan program C bebas dari aturan penggunaan kolom-kolom yang kaku. Suatu statement (pernyataan) dapat di tuliskan di kolom mana pun. Suatu statement dipandang berakhir jika ditemukan tanda akhir statement. Oleh sebab itu, di dalam suatu baris boleh terdapat lebih dari satu statement. Begitu pula, suatu statement yang panjang boleh menggunakan lebih dari satu baris.

Berikut ini adalah contoh program klasik C untuk mencetak string-literal kalimat "Hello, world!".

Program-1.1: hello.c
------------------------
#include

main()
{
printf("Hello, world!\n");
}
------------------------

B. MENGKOMPILASI PROGRAM
Suatu source program C baru dapat dijalankan setelah melalui tahap kompilasi dan penggabungan. Tahap kompilasi dimaksudkan untuk memeriksa source-program sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku di dalam bahasa pemrograman C. Tahap kompilasi akan menghasilkan relocatable object file. File-file objek tersebut kemudian digabung dengan perpustakaan-fungsi, yang sesuai, untuk menghasilkan suatu executable-program.

Cara melakukan kompilasi program C dapat dibaca pada petunjuk kompiler yang digunakan.

Untuk contoh program di atas, jika kompilasi dilakukan dan sukses maka anda akan memperoleh object-file hello.obj dan executable-program hello.exe.

Sunday, November 29, 2009

EFEK VISUAL, Ajaib dan Nyata
Berkat efek fisual, latar dan tokoh imajinatif bisa tampak nyata.Agustus 1945, Nagasaki dan Hiroshima luluh lantah oleh kekuatan bom atom yang dijatuhkan oleh tentara Amerika. Hari itu ditandai sebagai akhir perang dunia kedua dan penarikan mundur pasukan Jepang.Sepuluh tahun kemudian, 1954, seekor makhluk raksasa yang tercipta dari mutasi gen akibat bom nuklir tersebut muncul dari dasar lautan. Makhluk raksasa mirip dinosaurus dengan duri-duri besar pada bagian pinggung hingga ekornya itu kemudian dikenal sebagai Gojira atau Godzilla.Dengan semburan api radioaktifnya, Godzilla berhasil membumihanguskan kota Tokyo. Dalam sekejap kehebatan sang raksasa berhasil menguasai bioskop-bioksop di Jepang.Meskipun hadir dalam format hitam putih, Eiji Tsuburaya berhasil menancapkan tonggak pertama dalam perkembangan tokusatsu (efek visual) modern di Jepang.Film Godzilla yang terinspirasi oleh film King Kong itu seolah menjadi bapak dari lahirnya generasi-generasi, Ultraman, Kamen Rider, Super Sentai, atau semacam Google V dan Ranger, serta film science fiction lainnya.Visual efek (visual effect) kemudian menjadi kebutuhan dalam tiap pembuatan film. Tidak hanya pada film jenis tokusatsu, tapi juga beragam jenis film lain. Apalagi, dengan kecanggihan teknologi film dan dukungan teknologi komputer yang berkembang saat ini.Berbagai teknikTeknologi visual efek terdiri dari banyak bagian. Di antaranya rotoscope, matte painting, green screen, dan penggunaan komputer lewat teknologi CGI (Computer Generated Imagery)."Tapi, yang pengerjaannya paling memakan waktu adalah rotoscope. Teknik ini merupakan mimpi buruk bagi para pembuat visual effect," ungkap Harris Reggy, desainer dan animator untuk efek visual.Rotoscope bisa menjadi momok menakutkan karena proses yang harus dijalani cukup panjang dan penuh penelitian. Ketika menggunakan teknik ini, pembuat efek visual harus membenahi gambar atau mengisi efek ilusi yang akan masuk dalam film frame by frame. Jika dipecah, film akan menjadi beberapa frame yang mirip dengan sederet potret.Selain itu, pembuat efek visual juga bisa menggunakan teknik matte painting yang cenderung lebih mudah. Biasanya teknik ini digunakan untuk menampilkan latar belakang yang sulit.Pada film science fiction, latar belakang memiliki peran penting karena bisa memberikan nuansa tertentu pada penonton. Misalnya, film yang berlatar tahun 2200, atau mengambil latar planet lain.Latar belakang yang sudah dibentuk, baik lewat teknik fotografi maupun modeling tiga dimensi lewat komputer, akan ditempatkan di belakang para tokoh yang sedang berakting...

Sunday, October 4, 2009

Virus Sality / Alman bekerja dengan menginfeksi file execution atau berekstensi .exe, efek dari virus ini pada sebagian program membuat program tidak bisa jalan sama sekali, namun pada sebagian program virus ini tidak terasa pengaruhnya, program berjalan seperti biasa, meskipun file exenya sudah terinfeksi. dan windows system tidak bisa masuk ke safe mode.
Cara Kerja Virus
Cara kerja virus ini yaitu dengan membuat dua buah file induk di directory c:\windows\system32 dengan nama wmdrtc32.dll dan wmdrtc32.dl_, File wmdrtc32.dll dibuat dengan ukuran sekitar 40 KB, diset beratribut normal sedangkan file yang kedua yaitu wmdrtc32.dl_ dengan ukuran 26 KB diset beratribut hidden, file ini dibuat virus untuk mengelabui seolah-olah file tersebut file windows yang di rename dan disembunyikan oleh virus, padahal file tersebut adalah masih virus. dua file ini tidak bisa di delete langsung.
Cara menghapus / membasmi
Beberapa antivirus seperti AVG & ANSAV dapat mendeteksi dan meng-clean dengan men-delete langsung file yang terinfeksi, sehingga program yang terinfeksi tidak dapat digunakan lagi, bahkan windows tidak dapat masuk / hang. tentu saja cara ini sangat merugikan.
Untuk itu ada cara yang aman untuk menghilangkan virus ini tanpa mendelete langsung, dan saya sarankan (berdasarkan pengalaman) menggunakan cara ini:
download rmsality, virus removal khusus untuk virus sality dari Grisoft (produsen AVG), berisi tiga file yang harus anda dowload ke dalam satu folder disini
download fileASSASSIN disini
Langkah-langkah:
Installkan dan jalankan fileASSASSIN dan arahkan / ketik di menu browsenya ke c:\windows\system32\wmdrtc32.dll delete file-nya di cheklist kemudian klik execute. ulangi untuk file yang kedua c:\windows\system32\wmdrtc32.dl_
jalankan program rmsality yang sudah di download dan biarkan melakukan proses scanning secara keseluruhan. setelah selesai anda akan mendapatkan beberapa file yang tidak bisa di clean (failed to clean) dan antivirus meminta anda untuk mereboot system. (anda juga bisa melakukan scanning per-drive dengan cara masuk ke menu run, kemudian ketik cmd, kemudian masuk ke direktori rmsality dimana anda menyimpannya, kemudian ketik contoh: rmsality c:
reboot system. untuk meyakinkan silahkan scan lagi dengan antivirus yang lain, seperti ANSAV, AVG dll
Semoga berhasil

Sunday, August 9, 2009

Menghilangkan Virus Komputer

Langkah-langkah menghilangkan virus komputer
Posted in IT Solution, Tutorial - 79 Comments
Beberapa tahun belakangan banyak bermunculan virus-virus yang mulai merepotkan masyarakat pengguna komputer. Kalau dahulu pengguna internet saja yang dipusingkan oleh virus karena penyebarannya yang masih terbatas melalui email dan jaringan. Seiring perkembangan teknologi maka perangkat mobile teknologi informasi juga berkembang. Saat ini hampir tiap pengguna komputer pasti memiliki flash disk yang merupakan media penyimpanan data yang sangat portable dan mudah digunakan karena sifatnya seperti disket namun dengan kapasitas besar dan tidak mudah rusak. Namun kepopuleran flash disk di pengguna komputer memancing para pembuat virus untuk membuat virus yang menyebar melalui media penyimpanan ini. Hal ini membuat para pengguna yang kurang paham komputer terkadang tertipu karena menjalankan virus yang disangkanya adalah file lain seperti file dokumen Microsoft Word, Folder, atau bentuk file lainnya. Padahal yang sedang dibuka adalah program virus yang memiliki icon sama dengan file-file tersebut.
Tidak perlu membahas terlalu panjang sejarah kemunculan virus ini, namun buat pengguna yang sudah terkena virus maka sebenarnya langkah pembasmian virus-virus tersebut hampir sama. Biasanya masyarakat umum yang tidak memiliki akses internet di komputernya akan lebih mudah terkena virus karena antivirus yang tidak up to date sehingga antivirus miliknya tidak mengenali virus-virus baru. Ada beberapa cara menghilangkan virus dari komputer anda bila sudah terlanjur terinfeksi virus ini. Teknik-teknik berikut dibahas pada sistem operasi Windows XP karena OS inilah yang paling umum terinfeksi dan paling banyak digunakan. Berikut adalah teknik teknik tersebut:
Menghapus dengan antivirus di komputer lain
Dengan melepaskan hardisk komputer yang telah terinfeksi virus kemudian dipasangkan ke komputer lain yang memilki antivirus yang terbaru atau setidaknya mampu mengenali virus di sistem yang telah terinfeksi. Lakukan full scanning pada hardisk sistem yang terinfeksi dan hapus semua virus yang ditemukan. Setelah selesai hardisk tersebut sudah dapat dipasang kembali dikomputer dan jalankan sistem seperti biasa. Lakukan pemeriksaan kembali apakah komputer masih menunjukkan gejala yang sama saat terkena virus. Cara ini ampuh membersihkan virus sepanjang antivirus di komputer lain tersebut dapat mengenali dan menghapus virus di hardisk yang terinfeksi. Namun virus masih meninggalkan jejak berupa autorun atau startup yang tidak berfungsi. Jejak ini terkadang memunculkan pesan error yang tidak berbahaya namun mungkin sedikit mengganggu.
Menghapus dengan sistem operasi lain
Pada laptop atau komputer yang tidak dapat dilepas harddisknya maka cara lain adalah menjalankan sistem operasi lain yang tidak terinfeksi virus dan melakukan full scan terhadap seluruh harddisk. Biasanya ada beberpa pengguna yang menggunakan dual OS seperti Linux dan Windows atau Windows XP dan Windows Vista dsb. Selain itu bisa juga menggunakan LiveCD atau OS Portable seperti Knoopix dan Windows PE ( Windows yang telah diminimazed dan dapat dibooting dari media penyimpanan portable seperti flash disk atau CD.) lalu lakukan full scanning dengan antivirus terbaru. Efektifnya sama dengan menghapus virus dengan antivirus di komputer lain contoh diatas. Virus terkadang masih meninggalkan jejak tidak berbahaya.
Menghapus secara manual
Bila anda kesulitan melakukan hal diatas masih ada cara lain yaitu dengan cara manual. Langkah-langkah tersebut adalah:
Matikan process yang dijalankan oleh virus. Virus yang aktif pasti memiliki process yang berjalan pada sistem. Process ini biasanya memantau aktifitas sistem dan melakukan aksinya bila ada kejadian tertentu yang dikenali virus tersebut. Contohnya pada saat kita memasang flash disk, process virus akan mengenali aksi tersebut dan menginfeksi flash disk dengan virus yang sama. Proses ini harusnya bisa dilihat dari task manager yang bisa diaktifkan dengan tombol Ctrl + Alt + Del namun terkadang virus akan memblokir aksi ini dengan melakukan log off, menutup window Task Manager, atau restart sistem. Cara lain adalah menggunakan tool lain untuk melihat dan mematikan proses virus. Saya biasa menggunakan Process Explorer dari http://www.sysinternals.com/ . Dengan tool ini anda bisa mematikan process yang dianggap virus. Pada saat mematikan proses milik virus perlu diperhatikan terkadang proses milik virus terdiri atas lebih dari 1 proses yang saling memantau. Bila 1 proses dimatikan maka proses tsb akan dihidupkan lagi dengan proses lainnya. Karena itu mematikan process virus harus dengan cepat sebelum proses yang dimatikan dihidupkan lagi oleh proses lainnya. Kenali terlebih dahulu proses yang dianggap virus lalu matikan semuanya dengan cepat. Biasanya virus menyamar menyerupai proses windows tapi tentu ada bedanya seperti IExplorer.exe yang meniru Explorer.exe. Berikut adalah proses windows yang bisa dijadikan referensi proses yang dikategorikan aman: C:\WINDOWS\system32\smss.exe
C:\WINDOWS\system32\csrss.exe
C:\WINDOWS\system32\winlogon.exe
C:\WINDOWS\system32\services.exe
C:\WINDOWS\system32\svchost.exe
C:\WINDOWS\system32\lsass.exe
C:\WINDOWS\Explorer.exe
Selain process explorer anda bisa menggunakan tools lainnya yang mungkin lebih mudah dan bisa menghapus process sekaligus. Contoh lain adalah HijackFree. Anda bisa mencari di google tools sejenis.
Setelah proses mematikan virus berhasil lakukan pengembalian nilai default parameter sistem yang digunakan virus untuk mengaktifkan dirinya dan memblokir usaha menghapus dirinya. Parameter tersebut berada pada registry windows yang bisa di reset dengan nilai defaultnya. Simpan file berikut dengan nama apa saja dengan extention file .reg. Kemudian eksekusi file tersebut dengan mengklik 2 kali. Bila ada konfirmasi anda bisa menjawab Yes/Ok. Berikut file registry tersebut: Windows Registry Editor Version 5.00
[HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced]
"Hidden"=dword:00000000
"SuperHidden"=dword:00000000
"ShowSuperHidden"=dword:00000000
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet001\Control\SafeBoot]
"AlternateShell"="Cmd.exe"
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet002\Control\SafeBoot]
"AlternateShell"="Cmd.exe"
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot]
"AlternateShell"="Cmd.exe"
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon]
"Shell"="Explorer.exe"
"Userinit"="C:\WINDOWS\system32\userinit.exe,"
[HKEY_CLASSES_ROOT\regfile\shell\open\command]
@="regedit.exe \"%1\""
[HKEY_CLASSES_ROOT\scrfile\shell\open\command]
@="\"%1\" %*"
[HKEY_CLASSES_ROOT\piffile\shell\open\command]
@="\"%1\" %*"
[HKEY_CLASSES_ROOT\comfile\shell\open\command]
@="\"%1\" %*"
[HKEY_CLASSES_ROOT\exefile\shell\open\command]
@="\"%1\" %*"
File registry diatas akan membuka blokir regedit, mencegah virus mencangkokkan dirinya pada sistem, dan reset parameter lain untuk mencegah virus jalan lagi.
Setelah proses virus dimatikan dan parameter sistem di reset. Cegah virus aktif kembali dengan menghapus entry virus pada autorun dan startup Windows. Bisa menggunakan tool bawaan windows MSConfig atau mengedit langsung pada registry dengan Regedit. Untuk lebih mudahnya gunakan tools pihak ketiga seperti autoruns dari http://www.sysinternals.com/ untuk menghapus entry autorun dan startup milik virus tsb. Jangan lupa periksa folder StartUp pada menu Start Menu -> Programs -> Startup dan pastikan tidak ada entry virus tsb.
Download antivirus terbaru dan lakukan full scanning pada sistem agar antivirus memeriksa keseluruhan sistem dan menghapus semua virus yang ditemukan. Saya menyarankan avira yang bisa didownload dari http://www.free-av.com/ karena sifatnya free dan scanner virus yang sama tangguhnya dengan antivirus komersil seperti Symantec atau Kaspersky.
Sebelum restart pastikan anda tidak melewatkan virus baik dari proces atau autorun dan startup sistem. Karena bila tidak maka pada saat restart maka sistem akan kembali seperti pada saat terinfeksi virus dan sia-sia semua langkah yang anda lakukan sebelumnya.
Setelah restart periksa kembali komputer anda dan perhatikan apakah gejala yang muncul pada saat komputer terinfeksi masih ada atau tidak. Bila ada maka anda terlewat beberpa autorun virus atau reset parameter sistem diatas tidak berhasil. Lakukan langkah diatas dan periksa lebih cermat tiap langkah anda sebelum melakukan restart sistem.
Itulah langkah-langkah penghapusan virus pada sistem Windows XP. Untuk mencegah virus datang kembali sebaiknya anda rajin update antivirus atau memasang aplikasi pencegah seperti WinPooch atau Comodo Firewall yang akan memperingatkan pengguna bila ada program lain yang akan memodifikasi sistem. Jadi walaupun virus tersebut tidak dikenali akan tetapi sebelum masuk maka pengguna akan diperingatkan oleh aplikasi pencegah. Bila anda mengenali program yang hendak mengakses sistem anda maka anda bisa mengijinkan akses tersebut namun bila tidak sebaiknya tolak dan blokir akses tersebut karena ada kemungkinan program tersebut adalah virus.
Berhati-hati pada saat membuka flash disk. Jangan membuka flash disk dengan klik 2 kali. Buka dengan klik kanan lalu pilih menu Open agar fitur autoplay pada flash disk tidak menjalankan virus secara ototmatis. Jangan lupa perhatikan file yang anda buka. Walaupun iconnya sama perhatikan bahwa file yang anda buka buka tipe application atau program. Pastikan file word adalah betul-betul word dan folder betul-betul folder bisa dengan melihat detail atau properties dari file tsb. Semoga artikel ini membantu dan mencegah anda terinfeksi virus komputer.
AKPC_IDS += "49,";