EFEK VISUAL, Ajaib dan Nyata
Berkat efek fisual, latar dan tokoh imajinatif bisa tampak nyata.Agustus 1945, Nagasaki dan Hiroshima luluh lantah oleh kekuatan bom atom yang dijatuhkan oleh tentara Amerika. Hari itu ditandai sebagai akhir perang dunia kedua dan penarikan mundur pasukan Jepang.Sepuluh tahun kemudian, 1954, seekor makhluk raksasa yang tercipta dari mutasi gen akibat bom nuklir tersebut muncul dari dasar lautan. Makhluk raksasa mirip dinosaurus dengan duri-duri besar pada bagian pinggung hingga ekornya itu kemudian dikenal sebagai Gojira atau Godzilla.Dengan semburan api radioaktifnya, Godzilla berhasil membumihanguskan kota Tokyo. Dalam sekejap kehebatan sang raksasa berhasil menguasai bioskop-bioksop di Jepang.Meskipun hadir dalam format hitam putih, Eiji Tsuburaya berhasil menancapkan tonggak pertama dalam perkembangan tokusatsu (efek visual) modern di Jepang.Film Godzilla yang terinspirasi oleh film King Kong itu seolah menjadi bapak dari lahirnya generasi-generasi, Ultraman, Kamen Rider, Super Sentai, atau semacam Google V dan Ranger, serta film science fiction lainnya.Visual efek (visual effect) kemudian menjadi kebutuhan dalam tiap pembuatan film. Tidak hanya pada film jenis tokusatsu, tapi juga beragam jenis film lain. Apalagi, dengan kecanggihan teknologi film dan dukungan teknologi komputer yang berkembang saat ini.Berbagai teknikTeknologi visual efek terdiri dari banyak bagian. Di antaranya rotoscope, matte painting, green screen, dan penggunaan komputer lewat teknologi CGI (Computer Generated Imagery)."Tapi, yang pengerjaannya paling memakan waktu adalah rotoscope. Teknik ini merupakan mimpi buruk bagi para pembuat visual effect," ungkap Harris Reggy, desainer dan animator untuk efek visual.Rotoscope bisa menjadi momok menakutkan karena proses yang harus dijalani cukup panjang dan penuh penelitian. Ketika menggunakan teknik ini, pembuat efek visual harus membenahi gambar atau mengisi efek ilusi yang akan masuk dalam film frame by frame. Jika dipecah, film akan menjadi beberapa frame yang mirip dengan sederet potret.Selain itu, pembuat efek visual juga bisa menggunakan teknik matte painting yang cenderung lebih mudah. Biasanya teknik ini digunakan untuk menampilkan latar belakang yang sulit.Pada film science fiction, latar belakang memiliki peran penting karena bisa memberikan nuansa tertentu pada penonton. Misalnya, film yang berlatar tahun 2200, atau mengambil latar planet lain.Latar belakang yang sudah dibentuk, baik lewat teknik fotografi maupun modeling tiga dimensi lewat komputer, akan ditempatkan di belakang para tokoh yang sedang berakting...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment